Owi/Butet Disambut Meriah Dengan Potong Nasi Tumpeng

OwiButet Disambut Meriah Dengan Potong Nasi Tumpeng

Pasangan juara ganda campuran Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir disambut penuh suka cita oleh seluruh Masyarakat dari berbagai kalangan, lambaian tangan tak henti-hentinya dilakukan Owi/Butet kala diarak keliling Jakarta kepada Masyarakat yang menyaksikan. Selama perjalanan dari bandara menuju kantor Kemenpora, banyak masyarakat yang ikut menyambut kedatangan mereka dengan lambaian tangan, tiba di Kemenpora pun mereka langsung diadakan seremonial pemotongan tumpeng.

Selama perjalanan masyarakat menyambut cukup antusias dengan lambaian tangan. Sementara itu di Kantor Menpora, Senayan persiapan penyambutan telah dilakukan mulai pagi hari, tampak tak kalah meriah dengan penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, di Kantor Menpora telah terlihat awak press sedang menyiarkan kabar gembira ini secara langsung, tak kalah para siswa-siswi SMP, SMA, Sekolah Keolahragaan Ragunan, Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta, Kepramukaan dan masyarakat pecinta olahraga berkumpul berbaur bersama di halaman Kantor Menpora, meneriakkan yel-yel nya hingga dipersiapkan pemotongan nasi tumpeng di depan pintu masuk Gedung Graha Pemuda dan Olahraga.

Tak berselang lama para rombongan datang di halaman Kantor Menpora, Owi/Butet, Eko Yuli dan Sri Wahyuni mereka disambut ribuan pecinta olahraga tanah air. Owi/Butet, Eko Yuli dan Sri terlihat turun dari Bandros dan segera menyapa dengan ramah para siswa dan siswi yang sudah menunggu dari pagi hari di halaman Utama Kantor Menpora.

Tiba di level utama di depan pintu masuk Gedung Graha Pemuda dan Olahraga, ke empat atlet bersama memotong tumpeng kemenangan yang kemudian diserahkan kepada Menpora, Ketum PB PBSI Gita Wiryawan, serta anggota DPR RI, KONI/KOI dan CdM. Tampak sederhana tetapi pesan yang disampaikan dari penyambutan ini sangat mengena. Menpora Imam Nahrawi kemudian secara simbolis menyerahkan bonus offer medali emas dan perak kepada Owi/Butet masing-masing Rp 5 miliar dan Rp 2 miliar untuk masing-masing peraih perak Eko Yuli dan Sri Wahyuni.

Tidak berhenti di reward, pemerintah juga telah menyiapkan tunjangan seumur hidup kepada mereka peraih medali yang diberikan pertahun yakni untuk peraih emas Rp 240 juta/tahun dan perak Rp 180 juta/tahun. Usai menerima bonus offer secara simbolis, Owi dan Butet melakukan servis shuttlecock berwarna emas sebagai servis kemenangan sekaligus melemparkan raketnya ke arah ribuan penonton sebagai kenang-kenangan yang tak terlupakan.

“Mari bersama kita ucapkan alhamdulillah sebagai rasa syukur kita karena seluruh pahlawan olahraga tanah air telah kembali dengan selamat ke Indonesia dengan aman dan nyaman, terimakasih kepada CdM, pelatih, pelatih asisten, Ketua PB PBSI, KONI/KOI, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Angkasa Pura serta press massa serta seluruh masyarakat Indonesia sehingga para pejuang olahraga kita berhasil mengembalikan tradisi emas olimpiade ke tanah air.” Demikian pernyataan Menpora perihal penyambutan skuad Olimpiade Rio 2016. Seperti dikutip situs resmi Kemenpora Kemenpora.go.identification. (23/8/2016).






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *