“KEMBAR 5” Pengaruhi Psikologis Yuki Kato

kembar-5-yuki-katoAmawana.com – Ditemui di acara nontong bareng film Kembar 5 di Mall Citra Land, Grogol, Jakarta Barat, Kamis 6 Agustus 2015 lalu. Yuki yang menjadi pemeran utama film Kembar 5 mengaku bahwa dirinya mengalami perubahan Psikologi setelah memerankan kepribadian ganda dalam film tersebut. Bahkan Yuki juga sempat diajak ibunya untuk menemui rekannya yang berprofesi sebagai psikolog.

“Kelar syuting aku diajak sama nyokap ketemu sama temennya,” lanjutnya. “Ternyata beliau seorang psikolog. Aku nggak tahu kenapa nyokap ngajak kesana.” Untuk melakoni karakter Gendis yang bekerja sebagai DJ di klub malam, Yuki mengaku sulit sehingga dirinya merasa seperti orang gila demi akting terbaik.

“Susah banget. Gua sampai kayak gila. Bahkan asisten gua bilang setiap mau tidur gua kelihatan ngebleng, suka ngelindur. Jadi memang kayak agak kebawa sih,” lanjut Yuki.Film yang distradarai Puguh P.S. Admaja ini juga diperankan oleh Ilyas Bachtiar, Lidya Damai Affaren, dan Erlin Yukidesu. Masyarakat sudah bisa menyaksikan film ini dibioskop sejak Kamis, 6 Agustus kemarin.

Sementara itu, “Kembar 5” bercerita tentang seorang gadis bernama Gendis yang bahagia setelah dilamar sang kekasih. Namun kebahagiaan tersebut pupus ketika satu per satu sahabat Gendis mati dengan cara yang mengenaskan. Yuki menjalani syuting selama dua minggu di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Seampainya di rumah, dia seperti berpikir berlebihan soal lakonnya di film tersebut.

Yuki juga mengatakan bahwa ia merasa mencapai akting terbaiknya di film tersebut karena baru pertama kali mendapat karakter yang beda. “Jadi gue nggak mau akting di sini jelek karena ini suatu karakter yang luar biasa banget karena mengangkat kepribadian ganda,” lanjutnya

“Aku sempat menonton beberapa referensi film Hollywood dan acara talkshow yang membahas soal kepribadian ganda,” kata artis yang sempat digosipkan dengan Verrel Bramasta itu. “Untung ada kak Joe yang membantu peranku. Aku pikir kepribadian ganda sama seperti orang sakit jiwa, tapi ternyata beda.” (ind/am)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *