Belum membeberkan rencana bisnisnya secara jelas Sony dan Blackberry Belum Kantongi Izin Membangun.

8Amawana.com- “Jika Sony dan Blackberry pada kuartal-II 2016 belum juga bangun pabrik, mereka tidak boleh lagi memasarkan produknya di Indonesia,” kata Ignatius. Ignatius Warsito merupakan Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Ia belum memberikan izin membangun pada Sony dan Blackberry karena kedua perusahaan ini belum meberikan keterangan yang jelas mengengenai rencana bisnis mereka.
Ignatus mengatakan bahwaSony belum melakukan pembicaraan dengan Kemenperin, begitu pula Blackberry, yang sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). “Belum ada komunikasi dengan kami,” kata Ignatius kepada Kontan, Kamis (30/7/2015).
Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 38/M-DAG/8/2013 tentang Ketentuan Impor Ponsel, Handheld, dan Tablet, importir terdaftar (IT) ponsel wajib mendirikan pabrik perakitan ponsel di Indonesia. Kewajiban ini paling lambat dipenuhi pada Februari 2016. Peraturan ini mengakibatkan Sony dan Blackberry terancam.
Pasalnya apabila mereka tidak dapat memenuhi salah satu persyaratan diatas yakni membangun pabrik perakitan ponselnya. Sudah dipastikan kedua perusahaan Sony dan Blackberry tidak dapat menjual produksi ponsel mereka di Indonesia. Dan hal itu akan berpengaruh pada statistik penjualan mereka karena apabila dicermati dengan baik, indonesia merupakan negara yang penduduknya menggunakan ponsel terbanyak. (ind/am)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *