Karena Haji Lulung, Ormas Betawi Ancam Serang Markas Slank

Haji Lulung

Amawana.com – Pernyataan Kaka Slank mengenai Haji Lulung yang beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan dan dicibir di sosial media berbuntut panjang.Bukan hanya Meme yang beberapa hari belakangan begitu populer, tetapi juga ancaman penyerangan dari sebuah ormas Betawi.

Seperti diberitakan RimaNews (16/3/15) kemarin, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi memberikan ultimatum kepada Kaka Slank dalam kurun waktu tiga hari untuk emminta maaf kepada Haji Lulung atau Abraham Lunggana. Jika tidak, Bamus mengancam akan menyerang markas Kaka atau Slank di Gang Potlot.

Haji Lulung

Haji Lulung

“Tolong ya sama Kaka hati-hati kalau bicara, jadi harus lihat siapa tuh yang jadi objek pembicaraannya. Kami tunggu permohonan maafnya sampai hari rabu,” ucap Sekjen Bamus Betawi Zhamaksari di Gedung DPRD DKI Jakarta dikutip dari Rimanews.

Kaka Slank dianggap telah melakukan pelecahan terhadap Haji Lulung terkait komentarnya mengenai sosok kontroversi yang seringkali bertentangan dengan Gubernur DKI Basuki Purnama atau Ahok.

[quote_box_center]”Dia (Haji Lulung) perwakilan daerah yang kurang smart dan emosional. Bagi saya dia itu berbahaya. Seharusnya sebagai wakil rakyat, dia pintar mewakilkan suara rakyat. Jangan gampang marah dong, gilak preman banget. Mending buat sasana tinju saja.” kata Kaka beberapa waktu lalu.[/quote_box_center]

Rupanya komentar tersebut dan juga penggunaan kata Lulusan Pemulung (Lulung) tidak diterima oleh ormas Bamus yang ingin menggeruduk markas Slank di Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan.

Melalui Zhamaksari, Bamus Betawi mengatakan tidak bisa menjamin gerakan 90 organisasi dibawah Bamus Betawi yang ingin menggeruduk markas Slank.

[quote_box_center]”Mereka mau ke Potlot, saya bilang jangan dulu, Bamus masih yakin kalau Kaka akan datang. Tapi kan Ormas yang selama ini tidak terima, mereka mau tunjukan kalau Haji Lulung itu siapa,” tegasnya.[/quote_box_center]

 






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *