Main Menu

Kronologis Kasus Sri Wayuni Sampai Penangkapan Tersangka JAH

Kronologis Kasus Sri Wayuni Sampai Penangkapan Tersangka JAH
Kronologis Kasus Sri Wayuni Sampai Penangkapan Tersangka JAH

Kronologis Kasus Sri Wayuni Sampai Penangkapan Tersangka JAH

Amawana.com – Kronologis Kasus Sri Wayuni Sampai Penangkapan Tersangka JAHBeberapa hari ini santer kabar mengenai ditemukannya mayat seorang wanita di Bandara Soekarno Hatta. Awalnya, korban Sri Wahyuni tak langsung dikenali, bahkan sempat dikira sebagai Anggia, yaitu putri dari korban.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, akhirnya ditemukan fakta-fakta yang mengarah ke pria berinisial JAH yang diduga terlibat dalam kematian Sri Wahyuni tersebut.

Berikut kronologi kasus meninggalnya Sri Wahyuni hingga penangkapan JAH

Mayat Sri Wahyuni Ditemukan, Rabu 19 November 2014

Pada hari Rabu, 19 November 2014, bau tak sedap mengusik orang di sektiar Bandara Soekarno Hatta. Ternyata, sumber bau tersebut berasal dari sebuah mobil Honda Freed di Terminal 2D Bandara Soetta, Tangerang.

Setelah pihak berwenang mendatangi tempat kejadian perkara dan membuka pintu mobil, ditemukan sesosok jenazah wanita yang sudah mulai bengkak dan membusuk. Kondisi tersebut membuat pihak kepolisian sulit mengidentifikasi korban.

Awalnya, mayat tersebut diduga bernama Anggia berumur 15 tahun. Tetapi, kemudian pengakuan seorang pria yaitu Yan Arief Siregar mengkonfirmasi bahwa mayat tersebut adalah Sri Wahyuni, ibunda Anggia, istri dari Yan Arief.

Terakhir berkomunikasi

Yan menuturkan seperti dilansir Liputan6, bahwa dirinya terakhir berkomunikasi dengan Sri pada 14 November 2014, atau 5 hari sebelum mayat Sri ditemukan. Sri Wahyuni sempat meminta izin untuk pergi dengan temannya. Menurut penuturan, Sri memang sering bepergian bersama teman-temannya setelah mereka memiliki anak-anak yang beranjak dewasa, dan jarang berkomunikasi ketika bepergian. Sri juga diketahui sebagai seorang public relations.

Penyebab Meninggalnya Sri Wahyuni

Polisi kesulitan mengungkap penyebab meninggalnya korban Sri Wahyuni karena kondisi korban yang sudah membusuk. Visum juga harus dilakukan secara sangat hati-hati, karena tubuh korban mudah hancur. Dalam pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

Pihak RSCM masih memeriksa hasil dari otopsi yang dilakukan. Tetapi seiring penangkapan JAH, terungkap bahwa Sri Wahyuni meninggal setelah dicekik. Penyebabnya adalah sebuah pertengkaran hebat yang membuat Sri meminta JAH keluar dari mobil. Tersangka lama tak keluar. Kemudian setelah keluar sebentar, ia kembali masuk dan langsung menghabisi nyawa korban yang berusia 42 tahun.

Tertangkapnya si Pembunuh Sri Wahyuni, JAH

Polisi langsung bergerak cepat dengan menelusuri kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dari hasil identifikasi dan keterangan beberapa pihak, kemudian fokus terarah kepada JAH, yang diketahui merupakan teman dekat korban.

Penggeledahan sebuah rumah kos di Kemang, Jakarta Selatan untuk memburu JAH menghasilkan titik temu. Pada penggeledahan tersebut, ditemukan sebuah telepon seluler yang tertera nomor kakak JAH. Ketika dihubungi, kakak tersangka bersikap kooperatif dan mengatakan kalau JAH berada di Nabire, Papua bersama istrinya.

Menurut kabar lain, Polisi juga sempat melakukan komunikasi dengan istri JAH yang juga kooperatif untuk memberitahukan pihak keamanan setempat dan menangkap JAH.

Hasil kerjasama dengan Polres Nabire yang diminat mengawasi gerak-gerik JAH, Polres Bandara Soetta tiba di Nabire pada Jum’at (21/11/14) kemarin dan segera melakukan penangkapan tersangka tanpa perlawanan.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *